Jambore fotografi adalah ajang dimana parapenikmat fotografi berkumpul
di suatu tempat yang sama. Jambore fotografi ini lebih kepada mahasiswa yang
tergabung dalam komunitas fotografi yang berada di kampus atau universitas.Jambore
kali ini sudah menginjak jambore yang ke – 4 atau sudah berlangsung sebanyak 4 kali,
jambore diadakan setahun sekali.Jambore fotografi pertama berada di kota Yogyakarta,
kedua di kota Bandung, ketiga di kota Malang, keempat di kota Surabaya,
dan rencara jambore kelima berada di pulau Lombok. Dengan mengambil tema “Kearifan Budaya Lokal” jambore
ke-4 kali ini berlangsung di kota Surabaya di kampus UPN Surabaya dari tanggal
29 – 31 Desember 2011. Inti dari jambore fotografi lebih kepada eksistensi dan kekeluargaan,
makainilah moment yang di tunggu – tunggu oleh semua mahasiswa penikmat fotografi
se-indonesia dapat bertemu teman – teman dari lain daerah.Dari semua
komunitas yang hadir dalam perhelatan akbar ini kampus UPN Surabaya menampung
kurang lebih 300 orang yang terdiri dari beberapa daerah di indonesia seperti
Forkom Jogja (Yogyakarta), Panorama (Jakarta), Chips (Surabaya), Forkom Malang
(Malang), FFC uns (Solo), Prisma (Semarang), Ecolens (Purwokerto), FFK
(Bandung), Rumah Fotografi (Makasar), TIF (Madura), ZOOM (Lampung), FOKUS (
Lombok), Jember, Gresik, dan Kediri.
Selain dari eksistensi dan kekeluargaan yang menjadi inti
jambore itu sendiri, panitia jambore (CHIPS Surabaya) juga memberikan seminar
fotografi bagi peserta jambore. Seminar yang di berikan juga menarik karena
pematerinya memang orang – orang yang menguasai di bidangnya seperti mas Erick
“ireng” dari antara surabaya, mas Mamuk Ismuntoro dari “matanesia”, mas Freddy
H. Istanto, dan mas Muhammad Chottob W dari “De Maya”. Selain seminar panitia
juga memberikan sesi sharing fotografi dari teman – teman peserta jambore
se-indonesia untuk “pamer” kearifan budaya di daerah mereka yang membuat
jambore semakin berwarna karena secara tidak langsung membawa peserta menikmati
keindahan Indonesia lewat fotografi. Acara berikutnya panitia menggiring
peserta ke THR ( Taman Hiburan Rakyat ), disana peserta disuguhkan kesenian
Ludruk jawatimur yang merupakan kearifan budaya lokal kota surabaya. Pada hari
berikutnya 31 Desember 2011 pukul 15.00 peserta di ajak panitia untuk mengabadikan
kota surabaya lewat acara “hunting bareng” yang bertempat di kawasan jembatan
merah, Kya – Kya, Pasar Pabean, Jl. Gula, dan Tugu Pahlawan. Namun sayang cuaca
kurang bersahabat dengan perhelatan akbar ini, hujan mengguyur deras di kota
surabaya hingga petang menjelang. Hujan boleh saja mengguyur surabaya namun
hingar bingar jambore tidak habis karena hujan. Malam harinya di auditorium UPN
Surabaya keceriaan bertambah, malam keakraban yang bertujuan mengakrab seluruh
peserta jamborebertepatan dengan malam pergantian tahun. Dengan menampilkan
kreatifitas masing masing daerah, Yogyakarta memulai “kegilaannya” dengan
melipsing lagu hip hop dari LJB (Lajel Boy) yang membuat kegilaan sekaligus
keceriaan. Acara berlanjut diawali Jogja kota kota lain pun terpancing
menampilakan kreatifitas mereka bandung, lombok, makasar, jakarta dll. Tawa
cada bertabur hingga membawa peserta menuju awal tahun di tahun 2012 “ HAPPY
NEW YEAR”, pesta kembang api pun menjadi acara puncak malam pergantian tahun.
Tak terasa jambore sudah berlangsung selama tiga hari
yang berarti saatnya penutupan acara. Malam pergantian tahun menjadi
“perpisahan” yang indah sekaligus tahun untuk merajut kembali silaturahmi di
jambore berikutnya. Dimulai dari teman – teman Panorama (Jakarta) disusul teman
– teman yang lain meninggalkan kota Surabaya bukan berarti keceriaan menghilang
namun ada satu harapan yang tersirat bahwa
“Perpisahan ini bukan untuk
selamanya kawan, perpisahan ini adalah awal pertemuan kembali di jambore 2012
LOMBOK”.
 |
suasana di "penginapan" |
 |
kang mas hermawan handaka "pendek" |
 |
forkom bersatu |
 |
rony dan MC |
 |
forkom "nyantai" |
 |
di jembatan merah |
 |
forkom jogja vs ffk bandung |
 |
Foto keluarga |
mantaaaab cuk! wkwkwkwkwk.
BalasHapusmantab jaya
BalasHapus